Mata Kedutan Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Sesuatu?

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SEMARANG — Mata tiba-tiba berkedut atau bergerak sendiri merupakan hal yang cukup sering dialami banyak orang. Di tengah masyarakat Jawa, fenomena tersebut sejak lama dikaitkan dengan berbagai pertanda berdasarkan Primbon Jawa.

Dalam kepercayaan Primbon Jawa, arti kedutan biasanya dibedakan berdasarkan bagian mata yang mengalami kedutan, termasuk mata kanan atau kiri serta bagian atas maupun bawah. Sebagian tafsir mengaitkannya dengan datangnya kabar, pertemuan dengan seseorang, rezeki, kesedihan, atau kejadian tertentu.

Namun, perlu dipahami bahwa tafsir tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan budaya masyarakat Jawa, bukan kesimpulan yang dibuktikan secara ilmiah.

Dari sisi medis, kedutan pada kelopak mata dikenal sebagai eyelid myokymia. Kondisi ini merupakan kontraksi kecil yang tidak disengaja pada otot kelopak mata dan pada umumnya bersifat sementara serta tidak berbahaya.

Sejumlah faktor dapat memicu atau memperburuk kedutan, antara lain kurang tidur, kelelahan, stres, konsumsi kafein berlebihan, mata kering, hingga ketegangan mata.

Baca Juga:  Dugaan Mafia Solar di Katonsari Demak Mencuat, Truk Modifikasi Antre Seperti Tak Ada Habisnya

Karena itu, ketika mata berkedut, seseorang tidak perlu langsung menganggapnya sebagai pertanda buruk ataupun pertanda akan mendapatkan sesuatu. Secara medis, kondisi tersebut lebih sering berkaitan dengan keadaan tubuh dan aktivitas sehari-hari.

Istirahat yang cukup, mengurangi konsumsi kafein, mengelola stres, serta menjaga kondisi mata dapat membantu mengurangi kedutan pada kelopak mata. Pada banyak kasus, kedutan akan menghilang dengan sendirinya.

Meski umumnya tidak berbahaya, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan apabila kedutan berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas atau penglihatan, atau disertai gejala lain seperti kelemahan, kelopak turun, penglihatan ganda, mata merah, atau perubahan penglihatan.

Dengan demikian, Primbon Jawa dapat ditempatkan sebagai bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat, sedangkan penjelasan medis memberikan pemahaman berdasarkan mekanisme tubuh dan bukti kesehatan.

Keduanya dapat dibahas secara berdampingan, tetapi penting bagi pembaca untuk mengetahui mana yang merupakan tafsir budaya dan mana yang merupakan penjelasan medis.

Penulis : Ayu

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinipublic.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Orang Tua Keberatan Wajah Anak Disebar, Nama Nurul Disebut dalam Penyebaran Video
Komisi III DPR RI Ungkap 13 Jenis Tindak Pidana yang Bisa Dikenai Perampasan Aset
Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur di Ponorogo, Keluarga Korban Mengaku Ditekan untuk Berdamai
Asal Usul IMA, Hak Perwalian dan Keberadaan IMA Istri Siri ZA Dipertanyakan
Dugaan Mafia Solar di Katonsari Demak Mencuat, Truk Modifikasi Antre Seperti Tak Ada Habisnya
Telusuri Jejak IMA: Dari SMAN 5 hingga Yayasan Doa Bunda, Dugaan Perkawinan Siri dan TPPO Jadi Sorotan
Laskar Sasak Kutuk Dugaan Intimidasi dalam Mediasi Kasus Rasisme: “Warga Lombok Tidak Sendiri!”
NAMA ZA KEMBALI DISOROT, DINAS SOSIAL TEMUKAN PERSOALAN PERWALIAN TIGA ANAK
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 06:41 WIB

Orang Tua Keberatan Wajah Anak Disebar, Nama Nurul Disebut dalam Penyebaran Video

Jumat, 11 September 2026 - 12:53 WIB

Mata Kedutan Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Sesuatu?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Komisi III DPR RI Ungkap 13 Jenis Tindak Pidana yang Bisa Dikenai Perampasan Aset

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur di Ponorogo, Keluarga Korban Mengaku Ditekan untuk Berdamai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Dugaan Mafia Solar di Katonsari Demak Mencuat, Truk Modifikasi Antre Seperti Tak Ada Habisnya

Berita Terbaru