Reka Putriyani Raih Kepercayaan Nasional dan Penghargaan Advokat Muda Berprestasi

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU – Perjalanan karier Reka Putriyani, S.H., M.H. menjadi sebuah cermin bahwa keteguhan hati dapat mengubah kegagalan menjadi pencapaian yang lebih tinggi. Sosok advokat ini membuktikan bahwa kekalahan dalam sebuah kontestasi bukanlah akhir dari pengabdian profesi.

Pada pemilihan Ketua DPC PERADI SAI yang berlangsung 31 Januari 2026 di Hotel Pemda Bengkulu, Reka harus menerima hasil perolehan suara yang sangat tipis. Dari total 47 pemilih, ia memperoleh 23 suara, sementara rivalnya unggul dengan 24 suara. Selisih hanya satu suara tersebut sempat menjadi momen yang emosional bagi para pendukungnya.

Namun, alih-alih menarik diri dari aktivitas organisasi, Reka memilih untuk tetap konsisten menjaga integritas dan dedikasinya sebagai praktisi hukum. Sikap elegan dan ketenangan yang ditunjukkannya pasca pemilihan justru membuahkan hasil yang membanggakan.

Tepat pada 6 Mei 2026, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) baru yang menunjuk Reka Putriyani sebagai Wakil Ketua Komite Perlindungan Advokat. Jabatan ini merupakan bentuk kepercayaan pusat terhadap kualitas dan komitmen yang dimilikinya dalam melindungi rekan sejawat.

Baca Juga:  Polda Jateng Ungkap Kasus Ilegal Akses dan Peredaran Cheat Game Mobile Legends: Bang Bang, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Puncak dari rangkaian prestasinya terjadi pada 9 Mei 2026 pukul 21.00 WIB. Dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Reka dianugerahi penghargaan sebagai Advokat Muda Berprestasi. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas-tugas di Komite Perlindungan Advokat.

Kisah Reka Putriyani ini memberikan pesan mendalam bagi dunia advokat bahwa kehormatan tidak selalu datang dari jabatan yang dimenangkan melalui pemungutan suara, melainkan dari kualitas diri dan ketulusan dalam bekerja yang diakui secara lebih luas. Meski pernah kalah karena selisih satu suara, ia kini berdiri dengan tanggung jawab yang lebih besar di tingkat nasional.

 

Penulis : Never

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinipublic.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi III DPR RI Ungkap 13 Jenis Tindak Pidana yang Bisa Dikenai Perampasan Aset
Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur di Ponorogo, Keluarga Korban Mengaku Ditekan untuk Berdamai
Asal Usul IMA, Hak Perwalian dan Keberadaan IMA Istri Siri ZA Dipertanyakan
Dugaan Mafia Solar di Katonsari Demak Mencuat, Truk Modifikasi Antre Seperti Tak Ada Habisnya
Telusuri Jejak IMA: Dari SMAN 5 hingga Yayasan Doa Bunda, Dugaan Perkawinan Siri dan TPPO Jadi Sorotan
Laskar Sasak Kutuk Dugaan Intimidasi dalam Mediasi Kasus Rasisme: “Warga Lombok Tidak Sendiri!”
NAMA ZA KEMBALI DISOROT, DINAS SOSIAL TEMUKAN PERSOALAN PERWALIAN TIGA ANAK
SAPMA PP Jateng Kecam Promosi Newport yang Dikaitkan dengan Hafalan Al-Qur’an
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Komisi III DPR RI Ungkap 13 Jenis Tindak Pidana yang Bisa Dikenai Perampasan Aset

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur di Ponorogo, Keluarga Korban Mengaku Ditekan untuk Berdamai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Asal Usul IMA, Hak Perwalian dan Keberadaan IMA Istri Siri ZA Dipertanyakan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Dugaan Mafia Solar di Katonsari Demak Mencuat, Truk Modifikasi Antre Seperti Tak Ada Habisnya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Telusuri Jejak IMA: Dari SMAN 5 hingga Yayasan Doa Bunda, Dugaan Perkawinan Siri dan TPPO Jadi Sorotan

Berita Terbaru