Perangkat Desa Kalipancur Tewas Terbunuh, Polisi Ungkap Motif Pelaku

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan berhasil mengungkap kasus kematian Rosyanto (57), perangkat Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Seorang pria berinisial D (27), yang diketahui merupakan tetangga korban, telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif dugaan pembunuhan dipicu rasa sakit hati yang telah lama dipendam. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku kesal karena merasa kerap disuruh-suruh atau “dikongkoni” oleh korban, hingga emosi tersebut diduga berubah menjadi aksi yang merenggut nyawa.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Senin 27 Juli 2026 malam, ketika korban hendak menitipkan sepeda motornya sebelum menuju area persawahan untuk memberi pakan ternak belut. Di lokasi tersebut diduga terjadi cekcok antara korban dan tersangka yang kemudian berujung pada perkelahian.

Dari hasil penyidikan awal, tersangka diduga mencekik korban. Setelah korban tidak berdaya, tersangka diduga membawa tubuh korban ke area persawahan dan membenamkan kepala korban ke dalam lumpur hingga meninggal dunia.

Baca Juga:  Evaluasi Kinerja Satlantas Sukoharjo: Fokus Turunkan Angka Lakalantas

Keesokan paginya, jasad korban ditemukan warga di area persawahan. Penemuan tersebut langsung menggegerkan masyarakat dan memicu penyelidikan intensif oleh jajaran Satreskrim Polres Pekalongan hingga akhirnya polisi berhasil mengungkap identitas serta dugaan pelaku.

Saat ini tersangka telah ditahan di Mapolres Pekalongan. Penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti serta terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.

Penulis : Hendra

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinipublic.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Bulan Ditahan atas Dugaan Pemerkosaan, Korban Ubah Keterangan: Ayah Akui Laporan Palsu
BREAKING NEWS: KPK Amankan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
KADIS LH KABUPATEN BEKASI DIDUGA HINA WARTAWAN SAAT KONFIRMASI DUGAAN KORUPSI, UCAPAN “TOLOL” DAN “BEGO” PICU KECAMAN
AW Jadi Tersangka, Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Pegawai BPR Arto Moro dalam Kasus Sertifikat Rumah
IKADIN Bongkar Krisis Sistem Peradilan, Dorong Satu Standar Etik Advokat Nasional
Orang Tua Keberatan Wajah Anak Disebar, Nama Nurul Disebut dalam Penyebaran Video
Mata Kedutan Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Sesuatu?
Komisi III DPR RI Ungkap 13 Jenis Tindak Pidana yang Bisa Dikenai Perampasan Aset
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Dua Bulan Ditahan atas Dugaan Pemerkosaan, Korban Ubah Keterangan: Ayah Akui Laporan Palsu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:49 WIB

BREAKING NEWS: KPK Amankan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:31 WIB

KADIS LH KABUPATEN BEKASI DIDUGA HINA WARTAWAN SAAT KONFIRMASI DUGAAN KORUPSI, UCAPAN “TOLOL” DAN “BEGO” PICU KECAMAN

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:32 WIB

AW Jadi Tersangka, Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Pegawai BPR Arto Moro dalam Kasus Sertifikat Rumah

Minggu, 27 September 2026 - 06:41 WIB

Orang Tua Keberatan Wajah Anak Disebar, Nama Nurul Disebut dalam Penyebaran Video

Berita Terbaru