Tekan Angka Stunting, Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Wonosobo Siap Layani Ribuan Siswa dan Ibu Hamil

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Kebijakan ini berlandaskan pada ketentuan konstitusi, khususnya UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) dan Pasal 31 yang menegaskan bahwa pemenuhan nutrisi adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.

Dalam sebuah perbincangan di Temu Kamu Caffe, Koordinator Wilayah Kabupaten Wonosobo, Satika Mahda, mengungkapkan bahwa saat ini telah beroperasi 78 dapur MBG di wilayah tersebut. Jumlah ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga melampaui 100 dapur untuk memastikan jangkauan program yang lebih luas.

Satika menjelaskan bahwa proses pendirian dapur diawasi ketat oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Syarat Ketat: Setiap dapur harus memiliki yayasan yang legal dan lokasi yang sesuai dengan SOP BGN.

Kesiapan Modal: Pihak pengelola wajib memenuhi kriteria kesiapan faktor penunjang dan modal.

Baca Juga:  SOROTAN TAJAM PENEGAKKAN HUKUM DI POLRESTA PATI KASUS PREDATOR SEKSUAL BERJUBAH AGAMA

Batasan Pengelolaan: Setiap yayasan diperbolehkan memiliki maksimal 10 dapur MBG tanpa batasan kepemilikan, asalkan memenuhi standar BGN.

Untuk memastikan ketepatan nutrisi sesuai usia, program ini membagi distribusi makanan ke dalam dua kategori porsi:

Porsi Besar (Rp10.000): Ditujukan bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA, serta ibu hamil.

Porsi Kecil (Rp8.000): Diperuntukkan bagi anak-anak TK, balita, serta siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD.

Satika Mahda menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal program ini agar tetap tepat sasaran. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan dugaan pelanggaran atau ketidaksesuaian SOP di lapangan dengan menyertakan bukti yang kuat.

Menutup diskusi, Satika menyatakan kesiapannya untuk memberikan informasi tambahan kapan pun dibutuhkan oleh awak media maupun masyarakat guna menjaga transparansi Program MBG di Kabupaten Wonosobo.

 

Penulis : Ayu

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinipublic.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Tersangka dalam Kasus Tewasnya Faisal Anwar, Polisi Tegaskan Darmin Pelaku Penusukan Maut, Mondy dan Donal Dijerat Kasus Pengeroyokan
Warga Tunggul Pandean Minta Pengadilan Hentikan Sementara Proyek Gardu Induk Selama Proses Gugatan
Tim Resmob Polrestabes Semarang Ringkus Pelaku Curanmor Viral di Papandayan
Kejaksaan Agung Umumkan Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Proses Hukum Tetap Berjalan
Diduga Bermasalah, Proyek Normalisasi Sungai Wulan Senilai Rp 147 Miliar Didesak untuk Diaudit
Korupsi Proyek ‘Ompreng’ Makan Bergizi Gratis, Jenderal Polisi Aktif Jadi Tersangka Ketujuh
Cegah Gagal Ginjal Dini pada Remaja, Puskesmas Bulu Lor Luncurkan Inovasi GENERASI JUARA
Transformasi Kawasan Pasar Dargo: Pengusaha Karaoke Ubah Tempat Angker Jadi Lumbung PAD dan Lapangan Kerja
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:57 WIB

Tiga Tersangka dalam Kasus Tewasnya Faisal Anwar, Polisi Tegaskan Darmin Pelaku Penusukan Maut, Mondy dan Donal Dijerat Kasus Pengeroyokan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Warga Tunggul Pandean Minta Pengadilan Hentikan Sementara Proyek Gardu Induk Selama Proses Gugatan

Minggu, 12 Juli 2026 - 04:38 WIB

Tim Resmob Polrestabes Semarang Ringkus Pelaku Curanmor Viral di Papandayan

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:48 WIB

Diduga Bermasalah, Proyek Normalisasi Sungai Wulan Senilai Rp 147 Miliar Didesak untuk Diaudit

Jumat, 3 Juli 2026 - 01:15 WIB

Korupsi Proyek ‘Ompreng’ Makan Bergizi Gratis, Jenderal Polisi Aktif Jadi Tersangka Ketujuh

Berita Terbaru