SEMARANG – Suasana khidmat menyelimuti Ballroom Hotel Noormans pada Selasa pagi (31/03/2026). Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Muhammad Ahsan, S.Ag., M.Kom., secara resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kota Semarang masa bakti 2026-2031.
Dalam prosesi tersebut, Ketua Terpilih Beny Samodra Triambodo resmi dilantik sebagai Ketua bersama 10 jajaran pengurus inti lainnya. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua DPW FK PKBM Jawa Tengah, Ibu Budi Handayani, S.Pd., M.Pd.
Dalam orasinya, Beny Samodra menekankan visi besar organisasi untuk menjadi “jaring pengaman” pendidikan di Kota Semarang.
“Kita hadir untuk menjangkau yang tidak terjangkau, memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang terputus sekolahnya, serta membangun kemandirian masyarakat melalui pendidikan dan keterampilan,” tegas Beny.
Harapannya, PKBM semakin solid dan berjaya dalam memajukan pendidikan non-formal yang berkualitas.
Senada dengan itu, Kadin Pendidikan Dr. Muhammad Ahsan berpesan agar seluruh jajaran mengedepankan kolaborasi. “Saya tidak bisa bekerja sendiri.
Harus ada harmoni yang indah dalam lingkup dinas pendidikan agar tujuan kita tercapai,” ujarnya.
Insiden di Basement: Ketegangan Pasca Pengukuhan
Namun, kekhidmatan acara tersebut sedikit tercoreng oleh insiden tak terduga sesaat setelah rangkaian pelantikan usai.
Pantauan di lokasi, nampak terjadi ketegangan dan adu mulut yang cukup sengit di area parkir basement hotel.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden melibatkan ketua terpilih Beny dengan istri sahnya. Ketegangan tersebut diduga dipicu oleh kehadiran pihak ketiga Perempuan yang dibawa oleh Beny, yang memancing kemarahan sang istri di basement Parkiran hotel Noormans selasa Siang (31/3).
Kejadian cekcok di area parkir tersebut sempat menarik perhatian beberapa tamu undangan dan pihak Tamu hotel yang sedang berada di lokasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak Beny Samodra Triambodo mengenai insiden yang mewarnai momen pasca pengukuhannya tersebut.










