WONOSOBO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai tonggak kesehatan generasi bangsa kini mendapat sorotan tajam di Kabupaten Wonosobo. Insiden memprihatinkan melanda SDN 3 Karangrejo, Kecamatan Selomerto, di mana puluhan siswa dan guru diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu dari salah satu dapur penyedia, Jumat siang (06/02/2026).
Sedikitnya 24 siswa dan 2 guru dilaporkan mengalami gejala medis serupa, yakni pusing hebat dan muntah-muntah, beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan melalui program strategis pemerintah tersebut.
Kondisi ini memicu gelombang kepanikan di kalangan orang tua siswa. Pihak sekolah bertindak cepat dengan melaporkan kejadian tersebut guna meminimalisir dampak kesehatan yang lebih buruk.
Kepala SDN 3 Karangrejo menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan satuan penyedia terkait.
Ia menyatakan posisi sekolah sangat rentan dalam masalah ini dan tidak ingin dijadikan pihak yang disalahkan atas risiko kesehatan yang dialami warga sekolahnya.
Guna menjernihkan informasi, tim awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke dapur penyedia MBG yang bersangkutan. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan transparan, tim media justru mendapatkan respon dingin.
BR, salah satu anggota tim dari yayasan pengelola program di lokasi tersebut, enggan memberikan keterangan apapun terkait kondisi para korban. Secara sepihak, ia menyatakan bahwa informasi tidak akan diberikan tanpa adanya laporan resmi dan izin dari Humas Pemkab Wonosobo.
Sikap tertutup ini dinilai mencederai semangat UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi yang jujur, terutama menyangkut keselamatan anak-anak dan akuntabilitas program nasional.
Urgensi Evaluasi dan Transparansi
Kejadian di Selomerto ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola dapur MBG.
Pengawasan kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga standar higienitas harus diperketat agar program mulia ini tidak justru menjadi ancaman kesehatan bagi para siswa.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan para orang tua menanti langkah tegas dari Dinas Kesehatan serta pihak terkait untuk memberikan kepastian medis serta jaminan keamanan agar insiden serupa tidak terulang kembali di sekolah lain.
Penulis : Ayu Christiani
Editor : Redaksi










