Istri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan baru saja melahirkan anak kedua di usia yang tak lagi muda yakni 44 tahun.
Melahirkan anak keduanya yang diberi nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono ini dirasa sangat berbeda karena harus menanti selama 17 tahun bersama AHY.
Namun penantian ini berbuah manis. Bayi yang disapa AHY Junior ini dikabarkan dalam kondisi sehat.
AHY Junior yang juga disapa Baby Junjun ini lahir pada Minggu (19/3/2026) malam dengan berat 3,076 kg dan panjang 49 cm.
Tentunya melahirkan di usia kepala 4 ada risiko yang dihadapi menantu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
Nah seperti apa proses persalinan dan risiko yang dihadapi Annisa Pohan?
Persalinan di usia 40 tahun ke atas seperti yang dialami Annisa tergolong berisiko, namun dengan perawatan medis yang tepat tetap bisa berjalan lancar.
Melahirkan di usia 40 tahun ke atas tentu tak mudah bagi Annisa Pohan. Ia harus hadapi sejumlah risiko yang perlu diwaspadai.
Tekanan darah tinggi saat hamil dapat membahayakan ibu dan bayi biasa dialami pada calon ibu yang hamil di usia lebih dari 40 tahun.
Kemudian ada risiko diabetes gestasional yang lebih sering terjadi pada ibu hamil usia lanjut.
Risiko yang lebih berat adalah terjadinya keguguran.
Risiko meningkat hingga 53 persen pada usia 40-an dibandingkan 10% di usia 20-an.
Persalinan di usia bayi belum cukup umur alias prematur juga terjadinya BBLR (berat bayi lahir rendah) lebih sering terjadi pada ibu usia 40 plus.
Biasanya operasi caesar lebih umum: Dokter sering menyarankan caesar untuk mengurangi risiko komplikasi.
Kini, risiko itu sebagian sudah dijalani dengan lahirnya AHY junior.
Kelahiran AHY Junior menjadi bukti bahwa persalinan di usia 40+ tetap mungkin dilakukan dengan hasil baik, asalkan ibu menjalani perawatan prenatal intensif, gaya hidup sehat, dan pengawasan medis ketat.
Annisa Pohan berhasil melewati tantangan ini, menjadikan momen kelahiran anak kedua sebagai keajaiban setelah penantian panjang.
AHY pun memuji ketegaran Annisa dalam menghadapi masa kehamilan yang berisiko pada usia yang tidak lagi muda.
“Ikhtiarnya panjang dan penuh perjuangan. Itulah mengapa kita harus sayang betul dengan ibunda kita,” ujar AHY dalam jumpa pers terkait kelahiran anak keduanya pada Senin (30/3/2026).
AHY juga ungkapkan rasa suka cita dan terima kasihnya ini di akun media sosalya.
“Rasa terima kasih saya kepada istri tercinta @annisayudhoyono atas segala perjuangan dan ketegarannya.”
AHY tak menampik jika kemajuan teknologi medis yang saat ini jauh lebih canggih jika dibandingkan saat kelahiran putri pertamanya, Almira Tunggadewi Yudhoyono
“Walaupun kami juga mengapresiasi kemajuan teknologi kedokteran hari ini dibandingkan 17 tahun yang lalu,” imbuh AHY.
Demi melancarkan seluruh proses kehamilan Annisa Pohan hingga lahirnya AHY junior dengan sehat dan selamat, AHY melibatkan sejumlah tenaga medis dari berbagai bidang spesialis.
AHY memberikan apresiasi kepada para tenaga medis yang telah mendampingi masa kehamilan hingga proses persalinan Annisa Pohan istrinya.
“Alhamdulillah didukung oleh tim dokter yang begitu berpengalaman,” kata AHY ditemui di RS Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Kehadiran tim dokter dari berbagai spesialisasi memberikan rasa aman bagi keluarga demi memastikan kondisi ibu dan bayi tetap stabil selama proses persalinan berlangsung.
Dalam proses kelahiran anak kedua Annisa Pohan, terdapat tujuh dokter yang terlibat langsung dalam penanganan medis. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu kedokteran yang saling melengkapi satu sama lain.
Mengutip media sosialya, AHY mengungkapkan apresiasinya pada dokter yang mendampingi sejak Annisa Pohan hamil hingga AHY Junior lahir.
“Saya juga ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim medis yang luar biasa. Terima kasih khusus kepada dr. Azen Salim, Sp.O.G, Subsp. K.F.M. yang sejak awal terus memotivasi dengan perhatian yang sangat mendalam selama masa kehamilan hingga persalinan yang berjalan sukses.
Apresiasi dan terima kasih juga kami sampaikan kepada dokter lain.
Selain dokter Azen Salim, Sp.OG, Subsp.K.Fm, ada sederet nama dokter dengan titel dan keampuan medis mumpuni.
Mereka yang mendampingi kelahiran AHJ Junior adalah :
Prof Dr dr Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A, Subsp.Neo – Dokter Spesialis Anak
dr Muhammad Iqbal, Sp.An-TI, Subsp. M.N. (K) – Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif
dr Ida Bagoes Insani, Sp.B.P.R.E – Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
dr Wibisono Firmanda, Sp.JP – Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
dr Amira Anwar, Sp.P.K.R – Dokter Spesialis Paru
dr Clarissa Theodora – Dokter Konselor Laktasi
Kehadiran para dokter dari berbagai bidang tersebut menjadi bentuk kolaborasi medis yang komprehensif. Tim ini bekerja sama untuk memastikan setiap aspek kesehatan ibu dan bayi tetap terpantau dengan baik selama proses persalinan.
AHY dan Annisa Pohan Belajar Asuh Bayi
AHY pun berharap kondisi sang istri dan bayi terus membaik dalam masa pemulihan pasca persalinan.
Selama masa penantian 17 tahun tersebut, AHY mengakui mereka harus kembali rajin mempelajari literatur medis terkini.
Hal ini dilakukan karena prosedur kesehatan dan metode perawatan bayi telah banyak berubah sejak mereka terakhir kali mengasuh Almira bayi pada 2008.
“17 tahun bukan waktu yang singkat. Jadi kami berdua rasanya seperti pertama kali semuanya, harus lebih rajin membaca literatur lagi supaya tidak salah,” tuturnya.
Penulis : Ayu Christiani
Editor : Redaksi










